Archive for December, 2008


Menghitung Hari

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,

hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Mazmur 90:12

 

            Tanpa terasa, tahun 2008 akan segera berlalu. Ada tawa, ada tangis; ada suka, ada duka; ada kemarahan, ada pengampunan; ada waktunya kita kuat, ada waktunya kita lemah dan masih banyak lagi yang terjadi di dalam hari-hari kita. Karena itu biarlah hari-hari terakhir di tahun 2008 ini, menjadi waktu bagi kita untuk duduk diam merenungkan semua yang sudah kita lalui tahun ini. 

Banyak orang mengatakan bahwa tahun 2008 berjalan dengan baik dan diberkati Tuhan karena semua berjalan dengan lancar, pekerjaannya berhasil, tubuhnya sehat dan keluarganya diberkati Tuhan. Tetapi  sebaliknya, tahun 2008 dikatakan buruk dan tidak diberkati Tuhan karena semua tidak berjalan dengan lancar, ada masalah di dalam pekerjaan, ada masalah di dalam keluarga dan banyak hal buruk lainnya. Apakah ini cara yang tepat untuk menilai hari-hari kita? 

Pemazmur mengajak kita untuk menghitung hari-hari kita dengan benar sehingga kita beroleh hati yang bijaksana. Pemazmur mengajak kita untuk bisa melihat bagaimana penyertaan Tuhan nyata di dalam hari-hari kita. Penyertaan Tuhan ini bukan hanya ketika semua lancar dan enak, di dalam Mazmur 90:10, pemazmur mengatakan bahwa…kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan…” Nampak jelas bahwa pemazmurpun mengalami penderitaan dan kesukaran, tetapi itu tidak membuatnya lemah di dalam menjalani hari-harinya.

Biarlah seperti yang pemazmur ajarkan, kitapun bisa menghitung hari-hari kita dengan baik, bisa melihat bagaimana Tuhan selalu menyertai kita dan memberkati kita dalam keadaan apapun. Tahun 2008 sudah berlalu dan tidak akan bisa terulang lagi, karena itu biarlah ini menjadi tekad kita di dalam memasuki tahun 2009, bahwa kita akan menggunakan hari-hari kita dengan  baik, mensyukuri setiap hari yang diberikan Tuhan bagi kita dan selalu yakin akan penyertaan Tuhan di dalam hari-hari kita.

Orang-Orang Majus: Hamba yang Menyembah

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta

bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Matius 2:11

 

Kisah natal yang pertama ternyata menghadirkan tokoh yang bukan dari kalangan bangsa Yahudi. Mereka adalah orang-orang majus yang disebutkan datang dari Timur ke Yerusalem.  Siapakah mereka? Mereka adalah ahli perbintangan dari Persia, dan karena keahliannya itu maka mereka bisa mengetahui kalau ada sebuah bintang yang menunjukkan tempat dimana raja orang Yahudi baru saja dilahirkan.

 

Keinginan untuk bertemu dengan raja yang baru dilahirkan, membuat mereka rela melakukan perjalanan jauh mengikuti bintang itu, sampai akhirnya mereka bisa menemukan tempat dimana raja itu berada. Raja itu bukan mereka temukan di istana, tetapi di dalam rumah yang sederhana, di dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Dan yang membuat kisah ini menjadi luar biasa adalah mereka yakin kalau anak itu adalah raja, sehingga mereka sujud menyembah-Nya dan memberikan persembahan bagi-Nya.

 

Bagaimana dengan kita? natal memang identik dengan bayi Yesus yang baru dilahirkan, bayi yang lemah dan tidak bisa apa-apa Tetapi jangan lupa, bayi itu adalah Allah sendiri yang mengambil wujud sebagai manusia untuk melakukan karya penebusan-Nya.  Bayi itu adalah Tuhan yang layak untuk disembah oleh seluruh umat manusia. Bayi itu adalah raja di atas segala raja. Biarlah di hari natal ini, kita bisa seperti orang-orang majus, kita datang menyembah Yesus yang baru lahir itu dan memberikan hidup kita sebagai persembahan bagi-Nya.

 

 

 

 

 

Gembala: Hamba yang Memuji

 

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Lukas 2:20

 

 

“Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud,” Orang yang pertama kali mendengarkan berita sukacita tentang kelahiran sang Juru Selamat ini bukanlah seorang raja, pejabat, ahli taurat atau orang terpandang lainnya, tetapi berita ini diberikan kepada para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Berita natal diberikan kepada orang-orang yang sederhana, yang terpinggirkan, yang waktunya dihabiskan di padang menggembalakan ternak sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk mempelari taurat dan nubuatan-nubuatan para nabi mengenai kedatangan Mesias yang dijanjikan itu.

Yang membuat kisah natal ini menjadi indah adalah respon para gembala setelah mendengar berita natal itu. Di tengah kesederhanaannya, para gembala tidak meragukan ataupun berdebat mengenai kebenaran berita malaikat itu, tetapi mereka langsung berangkat menjumpai Maria, Yusuf dan bayi itu, dan kemudian membagikan sukacita itu kepada semua orang. Merekapun memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka lihat dan dengar itu.

Saat ini kita juga sudah mendengar berita sukacita tentang kelahiran sang Juru Selamat, Apakah kita sudah meresponinya dengan  tulus dan tidak meragukannya? Apakah kita sudah datang untuk menyambut Yesus? Apakah kita sudah memuji dan memuliakan Allah untuk karya-Nya ini? Biarlah kita menyambut natal tahun ini dengan memiliki hati seperti para gembala, hati yang tulus untuk selalu memuji dan memuliakan Allah.

 

 

 

 

 

 

 

Maria: Hamba yang Berserah

Rangkaian kisah natal dimulai dengan kisah kedatangan malaikat Gabriel menemui Maria. Kedatangan malaikat Gabriel pasti membuat Maria sangat terkejut, belum lagi ditambah dengan pesan yang lebih mengejutkan yaitu ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak.
Sekarang kita berandai-andai, seandainya ada malaikat yang datang kepada kita dan mengatakan hal yang sama, kira-kira bagaimana reaksi kita? mungkin kita akan protes dan menolak apa yang dikatakan malaikat, karena mana mungkin orang yang belum menikah bisa mengandung dan melahirkan seorang anak.
Maria bukan seperti kita yang hanya berandai-andai saja, tetapi ia sungguh-sungguh mengalami hal ini. Sebagai manusia biasa, Maria memang sempat bingung dan bertanya kepada malaikat, tetapi dia tidak melakukan protes atau menolak.
Maria memberikan respon yang luar biasa, ia mengatakan:
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Maria berserah kepada kehendak Tuhan meskipun baginya hal itu tidak masuk akal, kenapa ia bisa sungguh-sungguh berserah kepada Tuhan? Jawabannya adalah karena dia sadar bahwa dia hanyalah seorang hamba Tuhan, hamba yang tidak mempunyai hak atas hidupnya sendiri.
Kitapun sama seperti Maria, kita adalah hamba-hamba Tuhan yang tidak punya hak atas hidup kita sendiri, dan Tuhanlah tuan yang memliki hidup kita. Karena itu biarkan Tuhan sang pemilik hidup kita, memakai kita menjadi alatnya dan kita hanya berserah kepada kehendak-Nya.

Davy???

Gak terasa sudah Davy???

Ada cerita apa lagi ya tentang Davy?

Davy mau jadi hamba Tuhan? gak banget…mana mungkin…masa sih…apa gak ada yang lain…..dll yang senada

Itu komentar orang ketika tahu seseorang yang bernama Davy pengen masuk sekolah teologi. jangankan mereka, aku sendiri aja bingung kenapa bisa pengen masuk sekolah teologi.

Davy yang gondrong, brewok dan gak jelas ini mau sekolah teologi?

Semua ini justru memperjelas kebenaran bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil, bahwa jalan-Nya bukan jalan kita dan bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

menulis itu tidak mudah

ternyata menulis itu tidak mudah, bukan menulisnya tetapi kekonsistenan untuk menulis yang tidak mudah.

beberapa alasan yang sering dipakai untuk tidak menulis:

1. tidak ada internet di rumah, jadi tidak bisa online terus

2. sudah pasang internet di rumah, tapi tidak ada waktu

3. tidak ada ide menulis apa

4. ada ide tapi tidak sempat

5.kalau menulispun, apa ada yang mau membaca blog ku ini

masih ada lagi alasan-alasan yang lain yang bisa dibuat, dan yang lebih parah semua itu adalah alasanku untuk tidak menulis di blog ini.

semoga tulisan ini bisa membangkitkan semangatku menulis

hidup menulis

hidup blog

hidup…..