Misteri Hidup

Di dalam menjalani kehidupan, mungkin kita bertanya, Kenapa pergumulan ini harus aku alami? Kenapa begitu banyak kesulitan harus terjadi di dalam hidupku? Seolah-olah ada misteri di dalam kehidupan kita.

Ketika kita mengalami kesulitan / pergumulan / masalah, Apakah Tuhan salah? Apakah Tuhan jahat?

Jelas bukan Tuhan yang salah, karena rencana dan jalan Tuhan itu yang terbaik bagi setiap kita

Kalau memang baik, kenapa ada hal-hal yang nampak tidak enak bagi manusia? Apa baiknya? Apa indahnya?

Pertanyaan ini ada karena kita melihat hidup kita dengan cara kita bukan dengan cara Tuhan melihat.

Padahal jelas dikatakan di dalam
Yesaya 55:8-9
8  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Jalan Tuhan memang berbeda dengan jalan kita, dan ketika hal itu terjadi memang akan terasa berat. Tetapi biarlah kita yakin seperti yang dikatakan di dalam
Roma 8:28
28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yeremia 29:11
11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Semua yang terjadi di dalam kehidupan kita merupakan bagian dari rencana Tuhan yang terbaik bagi setiap kita. Terbaik karena Tuhan kita adalah Tuhan yang lebih mengenal kita daripada kita mengenal diri kita sendiri, Ia membentuk kita sebelum kita dilahirkan dan Ia tahu jumlah rambut di kepala kita.

Karena itu biarlah kita hanya berserah kepada Tuhan saja, Tuhan yang tahu yang terbaik untuk kita.  Sehingga kita bisa sungguh-sungguh yakin seperti yang dikatakan di dalam
Pengkotbah 3:11
11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Inilah misteri kehidupan manusia dan hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

warna hidup

Kenapa sih di dalam hidup kita harus ada masalah, pergumulan, kesedihan dan tangis? Bukankah lebih enak kalau hidup itu tanpa masalah, tanpa pergumulan, penuh kegembiraan dan selalu ada tawa?

Seandainya di dunia ini semua berwarna biru atau semua putih atau semua merah atau semua hijau atau semua kuning, apakah itu indah?

Bayangkan kalau langit berwarna biru, salju berwarna biru, apel berwarna biru dan bulan berwarna biru, apakah itu indah?

Lebih indah ketika langit berwarna biru, salju berwarna putih, apel berwarna merah dan bulan berwarna kuning.

Begitu juga hidup kita, apakah indah ketika hanya berisi tawa atau hanya berisi tangis? lebih indah ketika hidup kita berisi tawa-tangis-suka-duka-masalah-pergumulan-kemenangan-kekalahan.

Itulah warna hidup kita. warna yang dilukiskan oleh Tuhan sang pencipta kita, warna yang paling indah dan terbaik bagi kita.

Menghitung Hari

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,

hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Mazmur 90:12

 

            Tanpa terasa, tahun 2008 akan segera berlalu. Ada tawa, ada tangis; ada suka, ada duka; ada kemarahan, ada pengampunan; ada waktunya kita kuat, ada waktunya kita lemah dan masih banyak lagi yang terjadi di dalam hari-hari kita. Karena itu biarlah hari-hari terakhir di tahun 2008 ini, menjadi waktu bagi kita untuk duduk diam merenungkan semua yang sudah kita lalui tahun ini. 

Banyak orang mengatakan bahwa tahun 2008 berjalan dengan baik dan diberkati Tuhan karena semua berjalan dengan lancar, pekerjaannya berhasil, tubuhnya sehat dan keluarganya diberkati Tuhan. Tetapi  sebaliknya, tahun 2008 dikatakan buruk dan tidak diberkati Tuhan karena semua tidak berjalan dengan lancar, ada masalah di dalam pekerjaan, ada masalah di dalam keluarga dan banyak hal buruk lainnya. Apakah ini cara yang tepat untuk menilai hari-hari kita? 

Pemazmur mengajak kita untuk menghitung hari-hari kita dengan benar sehingga kita beroleh hati yang bijaksana. Pemazmur mengajak kita untuk bisa melihat bagaimana penyertaan Tuhan nyata di dalam hari-hari kita. Penyertaan Tuhan ini bukan hanya ketika semua lancar dan enak, di dalam Mazmur 90:10, pemazmur mengatakan bahwa…kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan…” Nampak jelas bahwa pemazmurpun mengalami penderitaan dan kesukaran, tetapi itu tidak membuatnya lemah di dalam menjalani hari-harinya.

Biarlah seperti yang pemazmur ajarkan, kitapun bisa menghitung hari-hari kita dengan baik, bisa melihat bagaimana Tuhan selalu menyertai kita dan memberkati kita dalam keadaan apapun. Tahun 2008 sudah berlalu dan tidak akan bisa terulang lagi, karena itu biarlah ini menjadi tekad kita di dalam memasuki tahun 2009, bahwa kita akan menggunakan hari-hari kita dengan  baik, mensyukuri setiap hari yang diberikan Tuhan bagi kita dan selalu yakin akan penyertaan Tuhan di dalam hari-hari kita.

Orang-Orang Majus: Hamba yang Menyembah

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta

bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Matius 2:11

 

Kisah natal yang pertama ternyata menghadirkan tokoh yang bukan dari kalangan bangsa Yahudi. Mereka adalah orang-orang majus yang disebutkan datang dari Timur ke Yerusalem.  Siapakah mereka? Mereka adalah ahli perbintangan dari Persia, dan karena keahliannya itu maka mereka bisa mengetahui kalau ada sebuah bintang yang menunjukkan tempat dimana raja orang Yahudi baru saja dilahirkan.

 

Keinginan untuk bertemu dengan raja yang baru dilahirkan, membuat mereka rela melakukan perjalanan jauh mengikuti bintang itu, sampai akhirnya mereka bisa menemukan tempat dimana raja itu berada. Raja itu bukan mereka temukan di istana, tetapi di dalam rumah yang sederhana, di dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Dan yang membuat kisah ini menjadi luar biasa adalah mereka yakin kalau anak itu adalah raja, sehingga mereka sujud menyembah-Nya dan memberikan persembahan bagi-Nya.

 

Bagaimana dengan kita? natal memang identik dengan bayi Yesus yang baru dilahirkan, bayi yang lemah dan tidak bisa apa-apa Tetapi jangan lupa, bayi itu adalah Allah sendiri yang mengambil wujud sebagai manusia untuk melakukan karya penebusan-Nya.  Bayi itu adalah Tuhan yang layak untuk disembah oleh seluruh umat manusia. Bayi itu adalah raja di atas segala raja. Biarlah di hari natal ini, kita bisa seperti orang-orang majus, kita datang menyembah Yesus yang baru lahir itu dan memberikan hidup kita sebagai persembahan bagi-Nya.

 

 

 

 

 

Gembala: Hamba yang Memuji

 

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Lukas 2:20

 

 

“Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud,” Orang yang pertama kali mendengarkan berita sukacita tentang kelahiran sang Juru Selamat ini bukanlah seorang raja, pejabat, ahli taurat atau orang terpandang lainnya, tetapi berita ini diberikan kepada para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Berita natal diberikan kepada orang-orang yang sederhana, yang terpinggirkan, yang waktunya dihabiskan di padang menggembalakan ternak sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk mempelari taurat dan nubuatan-nubuatan para nabi mengenai kedatangan Mesias yang dijanjikan itu.

Yang membuat kisah natal ini menjadi indah adalah respon para gembala setelah mendengar berita natal itu. Di tengah kesederhanaannya, para gembala tidak meragukan ataupun berdebat mengenai kebenaran berita malaikat itu, tetapi mereka langsung berangkat menjumpai Maria, Yusuf dan bayi itu, dan kemudian membagikan sukacita itu kepada semua orang. Merekapun memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka lihat dan dengar itu.

Saat ini kita juga sudah mendengar berita sukacita tentang kelahiran sang Juru Selamat, Apakah kita sudah meresponinya dengan  tulus dan tidak meragukannya? Apakah kita sudah datang untuk menyambut Yesus? Apakah kita sudah memuji dan memuliakan Allah untuk karya-Nya ini? Biarlah kita menyambut natal tahun ini dengan memiliki hati seperti para gembala, hati yang tulus untuk selalu memuji dan memuliakan Allah.

 

 

 

 

 

 

 

Maria: Hamba yang Berserah

Rangkaian kisah natal dimulai dengan kisah kedatangan malaikat Gabriel menemui Maria. Kedatangan malaikat Gabriel pasti membuat Maria sangat terkejut, belum lagi ditambah dengan pesan yang lebih mengejutkan yaitu ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak.
Sekarang kita berandai-andai, seandainya ada malaikat yang datang kepada kita dan mengatakan hal yang sama, kira-kira bagaimana reaksi kita? mungkin kita akan protes dan menolak apa yang dikatakan malaikat, karena mana mungkin orang yang belum menikah bisa mengandung dan melahirkan seorang anak.
Maria bukan seperti kita yang hanya berandai-andai saja, tetapi ia sungguh-sungguh mengalami hal ini. Sebagai manusia biasa, Maria memang sempat bingung dan bertanya kepada malaikat, tetapi dia tidak melakukan protes atau menolak.
Maria memberikan respon yang luar biasa, ia mengatakan:
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Maria berserah kepada kehendak Tuhan meskipun baginya hal itu tidak masuk akal, kenapa ia bisa sungguh-sungguh berserah kepada Tuhan? Jawabannya adalah karena dia sadar bahwa dia hanyalah seorang hamba Tuhan, hamba yang tidak mempunyai hak atas hidupnya sendiri.
Kitapun sama seperti Maria, kita adalah hamba-hamba Tuhan yang tidak punya hak atas hidup kita sendiri, dan Tuhanlah tuan yang memliki hidup kita. Karena itu biarkan Tuhan sang pemilik hidup kita, memakai kita menjadi alatnya dan kita hanya berserah kepada kehendak-Nya.

Davy???

Gak terasa sudah Davy???

Ada cerita apa lagi ya tentang Davy?

Davy mau jadi hamba Tuhan? gak banget…mana mungkin…masa sih…apa gak ada yang lain…..dll yang senada

Itu komentar orang ketika tahu seseorang yang bernama Davy pengen masuk sekolah teologi. jangankan mereka, aku sendiri aja bingung kenapa bisa pengen masuk sekolah teologi.

Davy yang gondrong, brewok dan gak jelas ini mau sekolah teologi?

Semua ini justru memperjelas kebenaran bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil, bahwa jalan-Nya bukan jalan kita dan bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

menulis itu tidak mudah

ternyata menulis itu tidak mudah, bukan menulisnya tetapi kekonsistenan untuk menulis yang tidak mudah.

beberapa alasan yang sering dipakai untuk tidak menulis:

1. tidak ada internet di rumah, jadi tidak bisa online terus

2. sudah pasang internet di rumah, tapi tidak ada waktu

3. tidak ada ide menulis apa

4. ada ide tapi tidak sempat

5.kalau menulispun, apa ada yang mau membaca blog ku ini

masih ada lagi alasan-alasan yang lain yang bisa dibuat, dan yang lebih parah semua itu adalah alasanku untuk tidak menulis di blog ini.

semoga tulisan ini bisa membangkitkan semangatku menulis

hidup menulis

hidup blog

hidup…..

Davy????

Jangan bosen kalo lagi-lagi tentang davy, rangkaian cerita masih di “davy ????” (empat tanda tanya), akan diakhiri setelah “davy ?”

Kalau di dalam “davy ?????” bisa didapatkan kesimpulan bahwa: 

“Kejadian yang nampaknya kecil dan sepele buat manusia, ternyata bisa menjadi sesuatu yang besar di tangan Tuhan. Dimulai dari burger gratis, akhirnya bisa terlibat pelayanan, bahkan sampe akhirnya jadi ketua pemuda.”

“Hebat ya Tuhan kita. Davy yang kecil bisa dipakai oleh Tuhan yang besar untuk melakukan pekerjaan-Nya yang besar.”

Ternyata kebesaran Tuhan di dalam kehidupanku, bukan cuma karena burger gratis saja, tetapi juga ada kisah tentang UKM dan Alkitab gratis…..hidup gratissssss

Kejadiannya juga sama, tahun 1997 di surabaya. Waktu itu aku seorang mahasiswa baru Universtas Kristen Petra.  Aku adalah seorang anak daerah yang datang ke kota dengan cita-cita setinggi langit untuk menjadi pemuda yang berguna untuk nusa dan bangsa :) …kayanya kok gak gitu ya….aku seorang pemuda yang bingung mau kuliah di mana dan jurusan apa dan tidak diterima di kampus yang lain…ini baru yang betul

Singkat cerita, semua mahasiswa baru diwajibkan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa alias UKM, hari itu ada open house semua UKM, aku keliling semua, ada musik, macam-macam olahraga, fotografi, dlllll di dalam kebingungan setelah tanya ke beberapa stand dan tahu biayanya, aku tertarik dengan sebuah stand, kenapa? di stand itu UKM nya tidak usah bayar dan masih ditambah dengan sebuah Alkitab gratis, tanpa pikir panjang, aku langsung mendaftar ke UKM ini karena kegratisannya.

Ternyata dari kegratisan ini, Tuhan punya rencana yang begitu luar biasa, satu tahun mengikuti UKM itu, aku udah bener-bener bosen dan males, tapi gak tahu semangat dari mana, aku gak pernah absen. Dan bukti kalau rencana Tuhan itu luar biasa, sejak setahun kemudian sampai aku selesai kuliah, aku menjadi pengurus dari UKM itu.

Aku bener2 mendapat banyak hal selama melayani di kampus

Aku bener2 kenal Tuhan

Aku bener2 bertobat, aku bener2 di bekali dengan begitu luar biasa

dllllll yang tidak bisa disebutkan karena begitu buanyakkkkkk

Tuhan memang luar biasa

SOLI DEO GLORIA

Davy?????

Kalau membahas tentang davy terus, bukan berarti narsis, tetapi karena pengen berbagi pengalaman hidup seorang davy yang mungkin bisa jadi berkat buat orang lain.

1997, adalah tahun dimana seorang davy bener-bener hidup.

Apa yang terjadi?

Pada waktu itu Sie Pemuda GKI Ressud Bajem Kutisari ngadain penyambutan untuk mahasiswa baru yang masuk ke U.K Petra Surabaya. Acara ini diadain supaya banyak anak muda yang datang bergabung di pemuda.

Ratusan orang diundang, dan davy bukan termasuk yang diundang. ……kasian ya

Waktu itu aku baru main ke kost temen dan liat ada brosur acara itu, akhirnya aku datang meskipun tidak diundang.

Tiba waktunya kebaktian penyambutan itu, ternyata yang datang buanyakkkkk banget, kalo gak salah sampe 4 orang mahasiswa baru :) aku heran juga, kenapa yang dateng cuma dikit?

Lalu yang paling penting dan mengubah hidupku adalah acara setelah kebaktian, yaitu acara makan-makan. menu yang dihidangkan burger, karena yang datang dikit, aku bisa ambil sepuasnya dan aku inget aku ambil 4 burger. luar biasa………

Akhirnya aku mulai mikir, enak juga ya jadi jemaat disini, bisa kenyang dan ngirit uang kost. ini alasan pertama untuk seorang davy jadi anggota pemuda disitu…..burger gratis……

Kejadian yang nampaknya kecil dan sepele buat manusia, ternyata bisa menjadi sesuatu yang besar di tangan Tuhan. Dimulai dari burger gratis, akhirnya bisa terlibat pelayanan, bahkan sampe akhirnya jadi ketua pemuda.

Hebat ya Tuhan kita. Davy yang kecil bisa dipakai oleh Tuhan yang besar untuk melakukan pekerjaan-Nya yang besar.

SOLI DEO GLORIA